Ngobrol Sehat – Siapa sih yang tidak tergiur dengan tren kecantikan yang berseliweran di media sosial belakangan ini? Mulai dari masker racikan sendiri hingga minuman “ajaib” yang diklaim bisa memutihkan kulit dalam sekejap. Salah satu tren yang paling viral dan banyak diikuti adalah mencampurkan susu steril kaleng berlogo beruang dengan serbuk kolagen pemutih. Banyak testimoni bertebaran memperlihatkan kulit yang lebih cerah, namun sayangnya, sedikit sekali yang membahas sisi medisnya. Padahal, kita perlu waspada terhadap bahaya minum susu Bear Brand campur Collagen jangka panjang bagi kesehatan organ dalam.
Mungkin niat awal kita adalah mendapatkan kulit glowing dan sehat dengan cara yang enak dan menyegarkan. Logikanya sederhana: susu Bear Brand dikenal sehat untuk pemulihan tubuh, dan kolagen bagus untuk elastisitas kulit. Jadi, jika digabung, harusnya hasilnya double kill, bukan? Namun, dunia medis tidak sesederhana hitungan matematika. Mencampur dua bahan yang masing-masing aman belum tentu menghasilkan reaksi yang aman pula jika dikonsumsi terus-menerus tanpa takaran yang jelas.
Sebelum Anda melanjutkan rutinitas minum racikan ini setiap pagi atau malam, ada baiknya kita duduk sebentar dan membedah faktanya. Apakah benar metode ini aman? Atau jangan-jangan kita sedang menabung penyakit? Di artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa sebenarnya bahaya minum susu Bear Brand campur Collagen jangka panjang jika dilakukan tanpa pengawasan ahli gizi, serta bagaimana dampaknya bagi organ vital kita.
Bahaya Minum Susu Bear Brand Campur Collagen Jangka Panjang
Mari kita bicara serius soal organ penyaring utama tubuh kita: ginjal. Ginjal bertugas menyaring limbah dari darah dan membuangnya melalui urine. Ketika kita mengonsumsi suplemen pemutih atau kolagen bubuk, kita memasukkan protein tambahan dan seringkali zat aditif lain (seperti pemanis buatan, pewarna, dan pengawet) ke dalam tubuh.
Susu sapi murni (seperti Bear Brand) mengandung protein dan kalsium yang cukup tinggi. Kolagen juga merupakan bentuk protein. Efek samping susu Bear Brand campur Collagen untuk ginjal terjadi ketika ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk memetabolisme asupan protein yang berlebihan ini setiap hari. Menurut data dari National Kidney Foundation, asupan protein yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan hiperfiltrasi, yaitu kondisi di mana ginjal bekerja terlalu keras menyaring darah, yang lama-kelamaan bisa memicu kerusakan fungsi ginjal.
Selain itu, kita juga harus mewaspadai ciri-ciri ginjal bermasalah akibat suplemen. Gejala awalnya seringkali tidak disadari, seperti urine yang berbusa, mudah lelah, bengkak pada kaki (edema), hingga nyeri pinggang bagian bawah. Jika Anda merasakan ini setelah rutin meminum racikan tersebut, itu adalah sinyal merah dari tubuh Anda.
Resiko Konsumsi Susu Bear Brand dan Collagen Setiap Hari
Banyak orang beranggapan bahwa “lebih banyak, lebih baik”. Padahal, tubuh manusia memiliki batasan dalam menyerap nutrisi. Ada resiko konsumsi susu Bear Brand dan Collagen setiap hari yang sering diabaikan, yaitu penumpukan zat yang tidak bisa larut atau terbuang sempurna.
Minuman kolagen sachet yang beredar di pasaran seringkali bukan kolagen murni. Banyak produk yang menambahkan gula atau maltodekstrin dalam jumlah tinggi untuk menyamarkan rasa amis khas kolagen ikan atau sapi. Jika dikonsumsi setiap hari bersama susu (yang juga mengandung laktosa/gula susu), Anda sedang memasukkan kalori dan gula ekstra ke dalam tubuh.
Mengacu pada rekomendasi umum ahli gizi, batas aman konsumsi kolagen per hari berkisar antara 2,5 hingga 15 gram peptida kolagen yang terhidrolisis. Mengonsumsinya berlebihan tidak akan membuat kulit Anda putih lebih cepat, melainkan hanya akan dibuang tubuh atau justru membebani sistem pencernaan. Oleh karena itu, bahaya minum susu Bear Brand campur Collagen jangka panjang bukan hanya soal keracunan, tapi soal ketidakseimbangan nutrisi kronis.
Apakah Susu Bear Brand Campur Collagen Bikin Gemuk dan Jerawatan?
Ini adalah ironi yang sering terjadi: ingin cantik, malah panen jerawat. Banyak pertanyaan masuk, apakah susu Bear Brand campur Collagen bikin gemuk dan jerawatan? Jawabannya: Sangat mungkin.
Pertama, soal berat badan. Susu full cream memiliki kandungan lemak, dan minuman kolagen sachet seringkali tinggi gula. Surplus kalori dari minuman ini jika tidak dibarengi olahraga akan tersimpan sebagai lemak.
Kedua, soal jerawat. Studi dari American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa konsumsi susu sapi dapat memicu jerawat pada individu tertentu karena hormon IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1) yang ada di dalamnya. Ditambah lagi, jika minuman kolagen Anda mengandung gula tinggi, lonjakan insulin dalam darah dapat meningkatkan produksi sebum (minyak wajah), yang merupakan makanan empuk bagi bakteri penyebab jerawat.
Jadi, penting untuk membedakan antara proses detoksifikasi (pembuangan racun) dengan breakout atau alergi. Perbedaan reaksi detoks dan alergi susu cukup jelas: detoksifikasi kulit biasanya tidak menyebabkan peradangan hebat dan berlangsung singkat, sedangkan alergi atau ketidakcocokan akan menimbulkan jerawat meradang, gatal, atau kemerahan yang persisten selama Anda mengonsumsi produk tersebut.
Penyakit Akibat Minum Susu Pemutih Instan Jangka Panjang
Kita tidak boleh menutup mata terhadap potensi penyakit akibat minum susu pemutih instan jangka panjang. Produk “pemutih instan” yang tidak jelas komposisinya, apalagi jika dicampur sembarangan, bisa memicu masalah metabolisme.
Salah satu risiko terbesar adalah diabetes tipe 2, terutama jika kolagen yang digunakan mengandung pemanis buatan atau gula jagung tinggi fruktosa. Selain itu, ada risiko terbentuknya batu ginjal. Kolagen kaya akan oksalat (terutama jika dari sumber nabati tertentu) dan susu kaya akan kalsium. Meskipun kalsium sebenarnya mengikat oksalat di usus, konsumsi suplemen yang tidak seimbang dan kurang minum air putih bisa memicu kristalisasi di ginjal.
Oleh karena itu, bahaya minum susu Bear Brand campur Collagen jangka panjang bisa bermanifestasi menjadi penyakit kronis yang baru terasa efeknya 5 atau 10 tahun mendatang.
Tanda-tanda Tubuh Menolak Campuran Susu dan Collagen
Tubuh kita sebenarnya sangat pintar memberikan sinyal. Sebelum terjadi kerusakan parah, biasanya akan muncul tanda-tanda tubuh menolak campuran susu dan collagen. Beberapa gejala yang umum meliputi:
- Gangguan Pencernaan: Kembung, gas berlebih, atau diare. Ini bisa jadi tanda intoleransi laktosa atau sistem pencernaan yang “kaget” dengan campuran tersebut.
- Pusing dan Mual: Bisa disebabkan oleh lonjakan gula darah atau reaksi terhadap bahan pengawet dalam serbuk kolagen.
- Ruam Kulit: Reaksi alergi terhadap protein laut (jika kolagen terbuat dari ikan) atau protein susu.
Jika Anda mengalami gejala ini, segera hentikan konsumsi. Cara menetralkan efek samping pemutih badan yang paling sederhana adalah dengan melakukan “puasa” suplemen, memperbanyak minum air mineral untuk membilas ginjal, dan mengonsumsi makanan berserat tinggi serta antioksidan alami dari buah-buahan.
Alternatif: Makanan Penghasil Kolagen Alami Tanpa Efek Samping
Alih-alih mengambil risiko dengan bahaya minum susu Bear Brand campur Collagen jangka panjang, mengapa tidak beralih ke sumber yang lebih alami?
Ada banyak makanan penghasil kolagen alami tanpa efek samping yang jauh lebih aman dan murah, antara lain:
- Kaldu Tulang (Bone Broth): Sumber kolagen terbaik yang mudah diserap tubuh.
- Ikan dengan Kulitnya: Kaya akan kolagen tipe I yang bagus untuk kulit.
- Putih Telur: Mengandung prolin, asam amino penyusun kolagen.
- Buah Citrus (Jeruk, Lemon): Vitamin C adalah ko-faktor wajib untuk pembentukan kolagen dalam tubuh. Tanpa Vitamin C, tubuh tidak bisa memproduksi kolagen meskipun Anda minum suplemen mahal.
Menjaga kesehatan kulit memang penting, namun menjaga kesehatan organ dalam jauh lebih vital. Bahaya minum susu Bear Brand campur Collagen jangka panjang adalah risiko nyata yang tidak boleh diabaikan demi tren sesaat. Ginjal yang sehat, berat badan ideal, dan kadar gula darah yang stabil adalah investasi masa depan yang tak ternilai harganya.
Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen campuran dalam jangka waktu lama. Ingat, kulit yang cantik berasal dari tubuh yang sehat.
Apakah Anda punya pengalaman meminum racikan ini? Atau Anda punya tips lain untuk mendapatkan kulit sehat secara alami? Yuk, bagikan cerita dan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah! Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman atau keluarga yang mungkin sedang keranjingan tren ini, agar kita bisa sama-sama menjaga gaya hidup sehat.