BerandaKesehatanGigiCara Menyikat Gigi yang Benar Menurut WHO

Cara Menyikat Gigi yang Benar Menurut WHO

Ngobrol Sehat – Siapa yang nggak mau punya senyum menawan? Coba deh, bayangkan berapa banyak momen penting, baik saat bertemu klien, reuni bersama teman lama, atau sekadar jalan-jalan santai di akhir pekan, senyum menjadi gerbang pertama yang memperkenalkan diri kita. Tapi, di balik senyum cerah itu, ada satu kebiasaan sederhana namun sering disepelekan: menyikat gigi dengan cara yang benar! Iya, benar, bukan sekadar asal sikat, tapi benar-benar menerapkan teknik yang tepat agar kesehatan mulut tetap terjaga dan rasa percaya diri meningkat.

Sadar nggak, sih, kadang kita menyikat gigi sebatas rutinitas saja? Sudah terbiasa gosok cepat tanpa peduli ke mana arah bulu sikat meluncur, yang penting selesai dan mulut terasa segar, benar? Padahal, menurut World Health Organization (WHO) dan berbagai pakar kesehatan gigi, cara kita menyikat gigi sangat menentukan kesehatan mulut dan berdampak langsung pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kalau tekniknya keliru, sisa kotoran, plak, hingga bakteri bisa tetap nempel dan memicu berbagai masalah mulai dari gigi berlubang, hingga penyakit gusi. Nggak mau dong cuma gara-gara malas pelajari teknik sikat gigi, kesehatan jadi taruhan?

Nah, kabar baiknya, teknik menyikat gigi yang benar itu mudah kok dipelajari dan dibiasakan. Apalagi sekarang makin banyak produk perawatan mulut yang mendukung kebiasaan sehat, termasuk pasta gigi andalan seperti Pasta Gigi Close Up Bukan sekadar membuat napas segar lebih lama, produk ini juga membantu menjaga kebersihan dan kesehatan mulut sehari-hari, cocok banget buat kamu yang mendambakan gaya hidup sehat. Berikut ini saya rangkum berdasarkan anjuran WHO dan rekomendasi dokter gigi terkemuka tips dan teknik menyikat gigi yang benar, siap-siap catat ya!

Cara Menyikat Gigi yang Benar Menurut WHO

Bicara soal perawatan mulut, teknik menyikat gigi bukan lagi perkara sepele. WHO menegaskan pentingnya metode menyikat yang baik dan benar, karena inilah langkah awal pencegahan berbagai penyakit mulut dan bahkan beberapa penyakit sistemik, seperti jantung atau diabetes, yang bisa diperparah bila infeksi di mulut dibiarkan. Selain itu, teknik yang benar juga membantu menghindari luka pada gusi, mencegah abrasi pada enamel gigi, dan tentunya membuat gigi tetap putih alami.

Rinciannya, menyikat gigi dengan cara keliru—misalnya terlalu keras atau sembarangan arah—malah bisa menyebabkan masalah baru, seperti gusi berdarah, gigi sensitif, hingga sulit menikmati makanan favorit. Nah, dengan teknik yang tepat sesuai rekomendasi WHO, manfaat yang didapat jauh lebih optimal.

Langkah-Langkah Menyikat Gigi Menurut WHO

WHO telah membuat pedoman singkat namun mudah dipahami soal cara menyikat gigi yang benar:

  1. Pilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi Tepat
    • Gunakan sikat dengan bulu halus dan kepala sikat kecil, supaya gampang menjangkau bagian mulut yang paling belakang.
    • Pilih pasta gigi berfluoride, seperti Pasta Gigi Close Up untuk memperkuat lapisan enamel dan mencegah gigi berlubang.
  2. Atur Waktu Sikat Gigi
    • Luangkan waktu setidaknya dua menit setiap menyikat gigi, tidak perlu terburu-buru.
    • Lakukan dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Ini jam wajib yang disarankan dunia kesehatan.
  3. Teknik Menyikat Gigi yang Ideal
    • Mulai dari permukaan luar gigi: Tempelkan sikat pada gigi dengan sudut sekitar 45 derajat ke arah gusi.
    • Gerakkan sikat dengan lembut, buat gerakan melingkar kecil, jangan memakai tekanan berlebihan.
    • Bersihkan permukaan dalam gigi dengan teknik yang sama, terutama bagian gigi depan bawah yang sering terlewat.
    • Permukaan kunyah gigi juga jangan diabaikan, gunakan gerakan maju mundur ringan agar sisa makanan terangkat sempurna.
    • Jangan lupa bersihkan lidah secara perlahan, agar napas senantiasa segar.

Kesalahan Umum Saat Sikat Gigi dan Cara Menghindarinya

Tenang, kamu nggak sendirian kalau selama ini “hanya” tahu sikat gigi tanpa teknik. Ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan:

  • Menyikat gigi terlalu keras supaya lebih bersih. Faktanya, tekanan berlebihan malah bikin enamel terkikis dan gusi terluka.
  • Terlalu cepat selesai—baru sebentar sudah anggap cukup. WHO menyarankan dua menit penuh untuk hasil maksimal.
  • Pilihan sikat gigi bulu kasar, dikira lebih ampuh padahal berisiko mengiritasi gusi.
  • Lupa ganti sikat gigi secara rutin. Minimal setiap tiga bulan atau bila bulu sudah mulai rusak.

Tips Mendukung Kebiasaan Menyikat Gigi Sehat

Mau lebih optimal? Konsisten saja menerapkan beberapa kebiasaan ini:

  • Gunakan dental floss untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.
  • Berkumur dengan obat kumur antiseptik setelah menyikat gigi malam.
  • Kurangi konsumsi makanan manis dan minuman bersoda agar gigi tidak mudah berlubang.
  • Jangan lupa kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, biar masalah mulut bisa dideteksi sejak dini.

Tahukah kamu, beberapa riset terbaru justru menyoroti hubungan antara kesehatan mulut dan kualitas hidup secara keseluruhan? Studi WHO terbaru menegaskan, orang-orang yang menerapkan teknik menyikat gigi yang baik dan teratur terbukti memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit gusi, infeksi saluran pernapasan, bahkan penyakit kronis lainnya. Selain itu, menjaga mulut tetap sehat juga berdampak pada percaya diri seseorang dalam aktivitas sehari-hari.

Bukan hanya soal menggosok gigi, namun gaya hidup sehat secara menyeluruh yang jadi kunci investasi kesehatan masa depan. Pasta Gigi Close Up bisa kamu andalkan sebagai salah satu langkah konkret memperkuat rutinitas perawatan mulut modern.

Jadi, mulai sekarang, yuk biasakan menyikat gigi dengan teknik dan waktu yang sudah dianjurkan WHO. Pahami betul cara menggosok yang benar, pakai produk perawatan yang tepat, dan biasakan konsisten setiap hari. Ingat, kesehatan mulut adalah pintu gerbang menuju tubuh yang lebih sehat, dan senyum menawan yang siap menemani setiap langkah hidup kamu!

Embun Riskia
Embun Riskia
Saya Embun, seorang penulis profesional yang telah aktif mengembangkan karya sejak tahun 2019. Dengan pengalaman dalam berbagai genre tulisan, mulai dari artikel informatif hingga konten kreatif, saya berkomitmen menghadirkan karya yang tidak hanya menarik tapi juga bermanfaat.
Terkait
Populer
Konten Menarik